Trading Hub
ID EN
Beginner 5 menit baca

Setup price alert untuk symbol di watchlist Anda

Konfigurasi alert price atau 24H change dari panel Alerts — threshold custom per symbol, notifikasi browser push, cooldown anti-spam.

Setup alert yang baik = level yang sebenarnya butuh aksi, bukan level yang sekadar menarik untuk diperhatikan. Yang umum salah: terlalu banyak alert (notification fatigue → semua diabaikan), atau threshold terlalu lebar (alert telat). Workflow ini membangun alert yang disiplin: per symbol di watchlist Anda, threshold di level keputusan, cooldown untuk mencegah spam.

Apa yang bisa Anda alert

Panel /alerts mendukung:

  • Kind: 3 tab — IDX STOCK / MACRO/FX / CRYPTO (FX dan macro digabung di satu tab).
  • Symbol: ticker IDX, symbol macro/FX, atau pair crypto. Auto-suggest sesuai kind.
  • Display name (opsional): label readable seperti “Bank Central Asia Tbk.” selain symbol code — muncul di list alert untuk identifikasi cepat.
  • Field: harga atau perubahan 24H %.
  • Operator: , , >, <, ==.
  • Threshold: nilai numerik (harga atau %).
  • Cooldown (menit): durasi minimum antar trigger (default 15). Mencegah alert berbunyi terus bila harga flip-flop di sekitar level.
  • Nama alert (opsional): bila dikosongkan, terminal generate otomatis dari symbol + threshold.

Notifikasi muncul lewat dua channel sekaligus:

  • Toast in-terminal — bubble di kanan layar saat tab terminal aktif.
  • Browser push — tetap muncul walau tab terminal tidak aktif (asal browser tidak fully closed). Perlu izin notification dari browser saat pertama kali enable; banner “Push notification aktif” muncul di header /alerts saat sudah granted.

Workflow: setup alert pertama

  1. Pastikan browser sudah memberikan izin notifikasi. Bila belum, tab Alerts akan meminta saat Anda set alert pertama.
  2. Buka /alerts. Header menampilkan total alert, jumlah aktif, jumlah pernah trigger.
  3. Klik “New alert” (atau ”+ Buat alert pertama” bila list kosong).
  4. Form “Buat alert baru”:
    • Kind: pilih IDX STOCK / MACRO/FX / CRYPTO.
    • Symbol: pilih dari list (auto-suggest sesuai kind).
    • Display name (opsional): label readable, misal “Bank Central Asia Tbk.” untuk BBCA.
    • Field: harga (PRICE) atau perubahan 24H %.
    • Operator: pilih sesuai logika (misal untuk breakout, untuk break support).
    • Threshold: angka.
    • Cooldown (menit): 15 default OK. Naikkan ke 60 untuk pair volatile yang sering menguji level.
    • Nama alert (opsional): deskripsi, misal “BBCA breakout 9800”. Kosongkan kalau ingin auto-generate.
  5. Save. Alert masuk list dengan toggle enabled.
  6. Test: bila threshold sudah dilampaui saat create, alert akan trigger seketika. Bila belum, alert pending sampai harga melampauinya.

Strategi alert per use case

Breakout watch (IDX):

  • Setup alert harga ≥ level resistance.
  • Cooldown 30–60 menit (breakout sering retest, hindari banjir alert).
  • Setelah trigger: validasi volume sebelum entry. Breakout tanpa volume sering palsu.

Support break / preview SL (crypto):

  • Setup alert harga ≤ level support penting.
  • Cooldown 60 menit.
  • Trigger sebagai peringatan dini sebelum harga benar-benar break — memberi waktu reaksi.

Macro level (DXY/Gold/US10Y):

  • Setup alert harga ≥ atau ≤ di level yang memicu reposisi macro view Anda.
  • Misal DXY ≥ 105 = USD kuat, kurangi exposure ke risk asset.

Deteksi pergerakan tidak biasa:

  • Setup alert perubahan 24H % ≥ 5 (atau % yang signifikan untuk aset itu).
  • Memberi heads-up event yang harus Anda investigasi sebelum mengambil keputusan.

Konvensi penamaan untuk maintenance

Bila Anda mengakumulasi 20+ alert, list jadi sulit di-scan. Konvensi penamaan yang berguna:

  • [ASSET] [DIRECTION] [LEVEL] [REASON]
  • Contoh: BBCA UP 9800 breakout, BTC DOWN 95K support, DXY UP 105 risk-off.

Bila alert trigger 2 minggu lagi, nama harus cukup menjelaskan diri sendiri agar Anda ingat kenapa di-set di level itu — dan apakah masih relevan.

Maintenance: review berkala

  • Setiap minggu: scroll list alert, nonaktifkan yang trigger sudah lewat (level sudah broken, tidak relevan lagi).
  • Setiap bulan: periksa kolom trigger count. Alert dengan count > 5 dalam 1 bulan = kemungkinan threshold terlalu ketat (harga sering flip di level itu) — sesuaikan ke level yang lebih signifikan.
  • Setelah trigger: bila sudah Anda tindak lanjuti (entry / keputusan), nonaktifkan atau hapus. Bila putuskan tidak menindaklanjuti, catat alasan di Jurnal — agar Anda tidak set ulang alert yang sama minggu depan.

Common pitfalls

  • Set threshold di level “menarik” tetapi tidak actionable. Bila Anda alert di setiap support/resistance minor, semuanya jadi noise. Hanya alert di level yang Anda berkomitmen untuk mengambil aksi (entry, exit, atau evaluasi serius).
  • Lewati cooldown. Alert tanpa cooldown (atau cooldown 1 menit) di pasar yang volatile = banjir notifikasi. Anda akan menonaktifkan izin notifikasi browser, lalu lupa update — alert jadi mati diam-diam.
  • Lupa menonaktifkan setelah action. Alert stale akan trigger lagi saat harga retest. Nonaktifkan atau hapus setelah ditangani.
  • Memakai 24H % change tanpa konteks volatilitas aset. Threshold 5% wajar untuk ETH; threshold 5% di BBCA = sangat ekstrem (sangat jarang). Sesuaikan per baseline volatilitas aset.
  • Set alert di harga round psikologis (95000) tanpa memeriksa struktur. Round number sering bukan level keputusan riil — periksa chart dulu apakah ada confluence (swing high/low, MA, Fibonacci) sebelum berkomitmen ke alert.
  • Lupa permission browser. Toast in-terminal hanya muncul saat tab terminal terbuka. Browser push tetap bekerja saat tab tidak aktif, tapi service worker dimatikan saat browser fully closed → alert tidak trigger (tidak ada email fallback). Konfirmasi banner “Push notification aktif” muncul hijau di header /alerts.
  • Set alert di aset yang Anda tidak akan trade. Alert bermakna bila ada respons actionable. Bila Anda alert untuk “ketertarikan” tanpa intent trade, itu konsumsi noise.